Glinggang merupakan sebuah desa diwilayah barat Ponorogo yang dibelah oleh jalan raya Ponorogo-Wonogiri yang 2 dukuh berada di sebelah utara jalan dan 1 dukuh sebelah selatan.Desa Glinggang terdiri dari 12 RT, 3 kamituwo,dan 6 RW (12 RT tersebut dibagi di bagian Glinggang kulon terdapat 6 RT, Glinggang etan 4 RT, dan Nglundo 2 RT).Pak Riyanto menjabat sebagai kepala desa/ lurah mulai tahun 2007 sampai sekarang sudah 3 periode jadi kepala desa.
Glinggang merupakan desa wisata budaya , karena memang di Glinggang memiliki banyak budaya, Glinggang memiliki budaya lama yang memang sudah ada sejak nenek moyang dulu yaitu setiap menjelang panen raya pertama diadakan upacara methik, dengan membawa tumpeng dibawa ke sawah ,dan sekarang dikemas menjadi budaya metik yang dilaksanakan akhir maret atau awal april.
Jadi wisata Glinggang bukan karena tidak memiliki alam yang indah tidak punya sungai yang mengalir setiap saat, tapi mereka berusaha membuat ikon untuk wisata budaya Glinggang. Dulu pada th 2012 sudah mulai dimasing" RT punya area atau taman bermain disitu ada gubuk dan lesung dan setiap malam purnama malam minggu itu ditabuh semua serentak di 12 RT yang disebut dengan Gejok Lesung dan itu rutin setiap malam minggu dan saat bulan purnama namun saat ini berhenti karena adanya covid. Ada juga teater dengan membuat acara seperti Toprak dan macam-macam untuk hiburan, dan saat tradisi methik semua hiburan kesenian dan budaya ditampilkan di lapangan.
Glinggang mempunyai rumah budaya, yang didalamnya terdapat barang-barang lawas yang kuno yang masih disimpan di rumah budaya tersebut dan rumah itu juga menjadi laboratorium ISI Surakarta karena dengan glinggang memiliki MOU, yang dimana setiap satu tahun disini ada kegiatan anak-anak ISI Surakarta datang ratusan orang baik alumni lokal maupun asing bersma pembinanya datang ke glinggang untuk ikut serta dalam acara budaya di glinggang.